Gunung Bongkok Purwakarta Jawa Barat
Komunitas Backpacker atau biasa di sebut KOPER, merayakan hari jadinya yang pertama di Gunung Bongkok Purwakarta-Jawa Barat. Gunung yang mempunyai ketinggian hanya 975 mdpl ini, menjadi tempat istimewa. Perjalanan dimulai dari stasiun Kemayoran Jakarta Pusat. Kami naik kereta ekonomi Jakarta-Purwakarta pukul 10.15 (14/7/2018).
Ada insiden kecil yang terjadi saat kami sedang menunggu datangnya kereta di dalam stasiun. Salah satu peserta trip melanggar peraturan yang sudah di tetapkan. Merokok di dalam stasiun adalah yang dilarang dilakukan di area stasiun, bila melanggarnya akan dikenakan sanksi.
Saya dan sebagian rombongan berdiri di pintu dan sambungan kereta. Jakarta Purwakarta memakan waktu sekitar 2 jam menurut yang tertulis di tiket. Kenyataannya kereta molor dan sampai di Stasiun Purwakarta pukul 13.15 wib.
Suasana kereta saat itu seperti arus mudik, penumpang berdesakan dan terus bertambah ketika kereta berhenti di Stasiun Bekasi, Cikarang, Tambun dan stasiun berikutnya. Penunpang pun berkurang ketika sampai Stasiun Cilacap. Akhirnya dapat duduk juga, lumayan duduk sebentar setelah dua jam setengah berdiri.
Sesampainya di Stasiun Purwakarta, saya langsung mencari warung dan membeli es teh manis. Maklum cuaca hari itu cukup terik, hanya air dingin yang bisa menyegarkan kembali. Setelah dahaga ini pun hilang, saya dan teman-teman menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat dhuhur yang di gabungkan dengan waktu sholat ashar. Jarak masjid dengan stasiun hanya 100 meter, setelah sholat kami pun makan siang di warung sambil menunggu mobil yang akan mengantarkan kami ke basecamp Gunung Bongkok.
Gunung Bongkok berseberangan dengan Gunung Parang. Untuk menuju gunung bongkok pun kami harus mengitari gunung parang. Kondisi jalan banyak yang rusak dan longsor ketika memasuki pedesaan, mungkin karena banyak truk-truk pengangkut pasir. Sampai di basecamp ketua rombongan langsung melakukan membayar tiket masuk hanya 12 ribu perorang.
Jarak pos 1 ke pos 2 hanya 5 menit saja, panitia pun sudah menyiapkan tenda dan persiapan acara nanti malam. Mereka memang sudah tiba sejak kemarin malam. Sampai di pos 2 hari pun sudah sore, cukup bagus pemandangannya dan terlihat jelas puncak gunung bongkok dan kokohnya gunung parang.
Acara anniversary KOPER dimulai pukul 7 malam. Suasana cukup meriah, dan haru karena KOPER mengundang anak-anak yatim penduduk lokal untuk berbagi. Tidak hanya itu, kami pun makan sepuasnya Sate Marangi khas Purwakarta. Pertama kalinya menikmati sate marangi, tidak terasa saya menghabiskan sampai 25 tusuk.
Puas makan sate, saya pun langsung masuk tenda untuk beristirahat karena jam 8 pagi nanti, kami akan summit ke puncak. Cuaca di gunung bongkok tidak begitu dingin, tidak seperti gunung-gunung lain mungkin karena tidak terlalu tinggi menyebabkan cuaca sangat normal. Waktu shubuh pun tiba, sebagian peserta sudah bangun, bahkan ada yang begadang.
Mereka menyiapkan sarapan dan sebagian menunaikan sholat shubuh. Di pos 2 ada kamar mandi kecil, disediakan juga airnya tapi sayang jam tujuh malam air sudah tidak keluar lagi. Masih belum jelas sih itu air dari penampungan atau sumber air. Pada akhirnya wudhu menggunakan air yang kami bawa.
Setelah sarapan, kami menuju puncak gunung bongkok yang jarak tempuhnya hanya 45 menit. Jalurnya lumayan terjal dan berpasir seperti jalur Merbabu via Suwanting. Di beberapa jalur ada disediakan tambang-tambang untuk membantu mendaki. Setelah sampai puncak dan puas mengabadikan momen, kami pun kembali ke tenda untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta naik kereta pukul 13.15.
Di puncak Gunung Bongkok dok. Ipunk.cobain
Ada insiden kecil yang terjadi saat kami sedang menunggu datangnya kereta di dalam stasiun. Salah satu peserta trip melanggar peraturan yang sudah di tetapkan. Merokok di dalam stasiun adalah yang dilarang dilakukan di area stasiun, bila melanggarnya akan dikenakan sanksi.
Kereta ekonomi Jakarta Purwakarta
Ini pertama kalinya naik kereta ekonomi ke Purwakarta, lumayan banget butuh perjuangan supaya dapat duduk dengan nyaman. Sayang, kereta sudah penuh dan bangku-bangku sudah terisi penuh. Bahkan sudah banyak yang berdiri, kami terpencar mencari keberuntungan dapat bangku.
Di sepanjang jalur Gunung Bongkok banyak batu-batu besar
Saya dan sebagian rombongan berdiri di pintu dan sambungan kereta. Jakarta Purwakarta memakan waktu sekitar 2 jam menurut yang tertulis di tiket. Kenyataannya kereta molor dan sampai di Stasiun Purwakarta pukul 13.15 wib.
Suasana kereta saat itu seperti arus mudik, penumpang berdesakan dan terus bertambah ketika kereta berhenti di Stasiun Bekasi, Cikarang, Tambun dan stasiun berikutnya. Penunpang pun berkurang ketika sampai Stasiun Cilacap. Akhirnya dapat duduk juga, lumayan duduk sebentar setelah dua jam setengah berdiri.
Bangkai kereta di stasiun Purwakarta sayangnya gak boleh narsis dekat situ., mungkin diantara salah satu bangkai kereta itu ada kenangan indah saat bersamanya. (Hahahahaha alay deh)
Sesampainya di Stasiun Purwakarta, saya langsung mencari warung dan membeli es teh manis. Maklum cuaca hari itu cukup terik, hanya air dingin yang bisa menyegarkan kembali. Setelah dahaga ini pun hilang, saya dan teman-teman menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat dhuhur yang di gabungkan dengan waktu sholat ashar. Jarak masjid dengan stasiun hanya 100 meter, setelah sholat kami pun makan siang di warung sambil menunggu mobil yang akan mengantarkan kami ke basecamp Gunung Bongkok.
Gunung Bongkok di Purwakarta Jawa Barat
Perjalanan dari Stasiun Purwakarta ke basecamp hampir satu setengah jam. Lumayan seru, menumpangi mobil kol sambil menikmati pemandangan di daerah Purwakarta-Jawa Barat. Di sekitaran Purwakarta banyak sekali terlihat gunung-gunung dan bukit-bukit yang menjadi lahan tambang pasir.
Gunung Parang
Gunung Bongkok berseberangan dengan Gunung Parang. Untuk menuju gunung bongkok pun kami harus mengitari gunung parang. Kondisi jalan banyak yang rusak dan longsor ketika memasuki pedesaan, mungkin karena banyak truk-truk pengangkut pasir. Sampai di basecamp ketua rombongan langsung melakukan membayar tiket masuk hanya 12 ribu perorang.
Perjalanan menuju puncak gunung bongkok dari pos 2
Jarak pos 1 ke pos 2 hanya 5 menit saja, panitia pun sudah menyiapkan tenda dan persiapan acara nanti malam. Mereka memang sudah tiba sejak kemarin malam. Sampai di pos 2 hari pun sudah sore, cukup bagus pemandangannya dan terlihat jelas puncak gunung bongkok dan kokohnya gunung parang.
Panorama dari atas puncak Gunung Bongkok
Acara anniversary KOPER dimulai pukul 7 malam. Suasana cukup meriah, dan haru karena KOPER mengundang anak-anak yatim penduduk lokal untuk berbagi. Tidak hanya itu, kami pun makan sepuasnya Sate Marangi khas Purwakarta. Pertama kalinya menikmati sate marangi, tidak terasa saya menghabiskan sampai 25 tusuk.
Puas makan sate, saya pun langsung masuk tenda untuk beristirahat karena jam 8 pagi nanti, kami akan summit ke puncak. Cuaca di gunung bongkok tidak begitu dingin, tidak seperti gunung-gunung lain mungkin karena tidak terlalu tinggi menyebabkan cuaca sangat normal. Waktu shubuh pun tiba, sebagian peserta sudah bangun, bahkan ada yang begadang.
Abaikan modelnya fokus aja dengan keindahan alam di sekitar gunung dok. KOPER
Pos 2 tempat kami mendirikan tenda
Setelah sarapan, kami menuju puncak gunung bongkok yang jarak tempuhnya hanya 45 menit. Jalurnya lumayan terjal dan berpasir seperti jalur Merbabu via Suwanting. Di beberapa jalur ada disediakan tambang-tambang untuk membantu mendaki. Setelah sampai puncak dan puas mengabadikan momen, kami pun kembali ke tenda untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta naik kereta pukul 13.15.
Dok. KOPER
Ke gunung bongkok dan sate marangi membuat perjalanan jadi beda, yang satu indah di pandang di mata, yang satu indah di perut (gendut tambah buncit), maem melulu.
BalasHapusJawa barat memang tempat liburan yang nyaman
Dibawah 1000mdpl tapi pemandangannya cakeeeep
BalasHapusWahhhh seru. aku sampai sekarang masih belum berani untuk daki gunung mah.
BalasHapusItu bangkai kereta kaya manggil minta diajak foto bareng ih. Padahal dulu suka boleh foto-foto di sana.
Rncna mau ke sna brngkt dini hari, kira2 tmpt atau daerah sna na aman atau rawan begal gk yah?
BalasHapus